Перейти к основному содержанию
AkademIndex

Продукты

Для разработчиков

AkademBaseОткрытый API экосистемы
Статья

Dampak aplikasi kumatetralil dan Sarcocystis singaporensis terhadap serangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit

Mahardika Gama PradanaPusat Penelitian Kelapa Sawit Jl. Brigjen Katamso No. 51 Medan 20158Hari PriwiratamaPusat Penelitian Kelapa SawitAgus Eko PrasetyoPusat Penelitian Kelapa SawitAgus SusantoPusat Penelitian Kelapa Sawit
ABI

Аннотация

Pengendalian hama tikus di perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan secara kimiawi menggunakan rodentisida atau secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami, maupun integrasi antar keduanya. Pada penelitian ini dilakukan efikasi dua jenis bahan aktif rodentisida yaitu kumatetralil dan Sarcocystis singaporensis terhadap serangan tikus pohon Rattus tiomanicus pada tanaman kelapa sawit menghasilkan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri 3 perlakuan dan 6 blok/ulangan. Dosis perlakuan kumatetralil yaitu 1 blok per pohon sedangkan dosis perlakuan S. singaporensis yaitu 2 pelet per pohon. Aplikasi umpan rodentisida dilakukan dengan interval lima hari sekali 4 ulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase kejadian serangan tikus mengalami penurunan di seluruh blok percobaan. Kejadian serangan tikus pada blok aplikasi Kumatetralil secara nyata lebih rendah dibandingkan blok kontrol pada pengamatan 5 dan 10 hari setelah aplikasi (hsa), sedangkan pada blok aplikasi S. singaporensis hanya terlihat pada 5 hsa. Rerata laju penurunan serangan tikus selama aplikasi pada perlakuan Kumatetralil, S. singaporensis, dan kontrol adalah berturut-turut sebesar 53,80%; 38,58%; dan 21,86%. Intensitas serangan tikus pada bunga jantan sebelum aplikasi cukup tinggi yakni sebesar 31,87% - 40,64% sedangkan intensitas serangan tikus pada buah kelapa sawit hanya bekisar antara 4,85% - 7,52%. Penurunan kejadian dan intensitas serangan tikus selaras dengan penuruan umpan yang dimakan. Pada perlakuan kumatetralil umpan yang dimakan turun dari 75,02% menjadi 57,03%, sedangkan pada perlakuan S. singaporensis turun dari 61,38% menjadi 47,20%. Pada pengujian ini, nilai efikasi terbaik diperoleh pada perlakuan kumatetralil di 5 has sebesar 56,68%.

Перевод пока недоступен

Темы

Идентификаторы

Цитирования и источники